#NAD_30HariMenulis2020
#Hari_ke_5
#No_Absen_302
Jumkat : 567
Senja yang Tak Pernah Habis Di kotaku
Pada zaman dahulu kala, pernah ada sepasang kekasih yang berdoa kepada
Tuhan untuk mengabadikan senja di sini. Agar tak ada gelapnya malam,
agar tak ada lagi pagi yang membuat beberapa orang mengutuk saat
berangkat kerja atau sekolah. Dan tak perlu lagi ada sepasang kekasih
yang terpisah karena waktu untuk mereka berdua telah habis.
Tuhan yang Maha Pengasih, sering kali mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan, sesulit dan semustahil apa pun itu. Karena jika DIA telah berkata "Terjadi!" tak ada yang dapat menghalangi-NYA. Hingga senja di kota ini tak pernah habis. Begitulah legenda yang pernah kudengar dari beberapa orang tua.
"Terkutuklah mereka dengan segala keinginannya!" teriakku pertama kali mendengarkan cerita itu. Ibu dan ayah pada mulanya hanya menggapi ocehanku dengan tawa, tetapi berbeda dengan nenek yang langsung pergi ke kamar, lalu mengunci pintunya.
Tuhan yang Maha Pengasih, sering kali mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan, sesulit dan semustahil apa pun itu. Karena jika DIA telah berkata "Terjadi!" tak ada yang dapat menghalangi-NYA. Hingga senja di kota ini tak pernah habis. Begitulah legenda yang pernah kudengar dari beberapa orang tua.
"Terkutuklah mereka dengan segala keinginannya!" teriakku pertama kali mendengarkan cerita itu. Ibu dan ayah pada mulanya hanya menggapi ocehanku dengan tawa, tetapi berbeda dengan nenek yang langsung pergi ke kamar, lalu mengunci pintunya.
***
Malam, pagi, dan siang, hanya kata-kata yang menyimbolkan angka-angka yang ditaruh di dinding, dan tangan masyarakat di kota ini, kota yang dua puluh empat jam terus bekerja. Masyarakat terlalu sibuk mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan, pembangunan, dan sesuatu yang disebut-sebut sebagai kemajuan. Namun, tak peduli pada lingkungan yang mereka tempati.
Rasieva. Kota yang dihuni empat juta penduduk lebih ini terkenal akan kesibukan warganya, kerapihannya, dan bagi sebagian orang penuh dengan misteri. Bagaimana tidak? Warna langit yang hanya itu-itu saja tak pernah berubah, kecuali sedikit kehitaman ketika ada hujan. Bahkan tak ada satu pun lampu di antara rumah-rumah kami. Rasanya sial sekali tinggal di kota yang langitnya tak pernah diganti.
Persetan dengan paradoks para penyair, pujangga, atau anak-anak muda yang sok tahu tentang senja Yang kata mereka, senja itu adalah warna romantis. Beri tahu mereka, bahwa seja adalah lambang perpisahan sebelum malam menyelimuti. Itu adalah kata-kata yang kucongkel dari koran. Aku sendiri tak tahu, malam itu seperti apa.
Persetan dengan paradoks para penyair, pujangga, atau anak-anak muda yang sok tahu tentang senja Yang kata mereka, senja itu adalah warna romantis. Beri tahu mereka, bahwa seja adalah lambang perpisahan sebelum malam menyelimuti. Itu adalah kata-kata yang kucongkel dari koran. Aku sendiri tak tahu, malam itu seperti apa.
Desau angin, debur ombak, dan suara kepak burung camar yang terbang
menjadi harmoni yang tak pernah habis di sini. Air laut pun sedikit berwarna jingga, setelah terus-menerus disirami warna matahari
yang berusaha pamit, tapi terjebak pada situasi sulit.
Hanya segelintir orang yang dapat keluar masuk ke sini. Selain karena tak ada dalam peta, Reseiva juga bukan tempat wisata yang populer. Terlebih, segala akses tentang kota ini sangat rahasia, katanya. Beberapa kali aku bertemu turis, dan menanyakan tentang pagi, atau malam itu seperti apa. Jawaban mereka semua sama, hanya menertawakan ide gilaku.
Hanya segelintir orang yang dapat keluar masuk ke sini. Selain karena tak ada dalam peta, Reseiva juga bukan tempat wisata yang populer. Terlebih, segala akses tentang kota ini sangat rahasia, katanya. Beberapa kali aku bertemu turis, dan menanyakan tentang pagi, atau malam itu seperti apa. Jawaban mereka semua sama, hanya menertawakan ide gilaku.
Senja telah mengerak di hampir semua sudut di kota ini, sehingga salah satu agenda wajib bagi masyarakat untuk membersihkannya. Namun, ada beberapa orang yang menampung bubuk-bubuk senja untuk dijual ke daerah lain. Katanya untuk bahan kosmetik, atau aksesoris. Aku pernah melihat salah satu produk kosmetiknya, di sana tertulis emas asli. Para tengkulak itu hanya tertawa, lalu salah satu dari mereka berkata dengan lantang.
"Emas asli? Orang gila mana yang mau membuatnya?"
Para warga yang mendengarkan percakapan kami tertawa dan aku masuk di antara salah satunya.
Pernah suatu waktu, aku sangat ingin pergi dari kota ini. Satu-satunya pilihanku adalah ikut menjadi pedagang serbuk senja. Namun, ayah dan semua anggota keluarga melarang. Katanya, bahwa jika aku keluar dan mengetahui malam dan pagi seperti apa, aku akan koar-koar ke teman seangkatanku dan itu akan mempengaruhi lingkungan di sini. Bagaimana kelanjutan kota ini? Jika semua orang-orang muda pergi meninggalkan kota.
Hingga di suatu waktu, aku memberanikan diri bertanya pada nenek, mengapa ia begitu terlihat sedih saat aku mencaci orang-orang konyol dalam legenda itu. Dan aku mendapatkan sebuah jawaban yang sangat mengejutkan
"Kakek dan nenek buyutmulah yang meminta senja abadi di kota ini."
"Emas asli? Orang gila mana yang mau membuatnya?"
Para warga yang mendengarkan percakapan kami tertawa dan aku masuk di antara salah satunya.
Pernah suatu waktu, aku sangat ingin pergi dari kota ini. Satu-satunya pilihanku adalah ikut menjadi pedagang serbuk senja. Namun, ayah dan semua anggota keluarga melarang. Katanya, bahwa jika aku keluar dan mengetahui malam dan pagi seperti apa, aku akan koar-koar ke teman seangkatanku dan itu akan mempengaruhi lingkungan di sini. Bagaimana kelanjutan kota ini? Jika semua orang-orang muda pergi meninggalkan kota.
Hingga di suatu waktu, aku memberanikan diri bertanya pada nenek, mengapa ia begitu terlihat sedih saat aku mencaci orang-orang konyol dalam legenda itu. Dan aku mendapatkan sebuah jawaban yang sangat mengejutkan
"Kakek dan nenek buyutmulah yang meminta senja abadi di kota ini."
Bandung Barat, 05/06/2020

No comments:
Post a Comment